BIAWAK (varanus Salvator)

Menurunnya populasi Varanus Salvator / biawak berdampak pada perkembangan populasi tidak terkendali hewan lain. Tentu menjadi persoalan tersendiri bila populasi tak terkendali tersebut adalah tikus dan ular kobra.

Bila mengacu pada posisi rantai makanan, biawak mempati urutan atas bersama ular. Namun kebiasaan biawak memakan telur dan anak ular menjadi catatan tersendiri. Dalam posisi rantai makanan, biawak menjadi pengendali ular.

Penurunan biawak juga dirasakan cukup merugikan petani. Hal itu terkait dengan tingginya populasi tikus beberapa tahun terakhir karena tidak seimbangnya jumlah biawak sebagai musuh alami.

Dari pantauan di lapangan, musuh utama biawak adalah manusia. Pada umumnya, perburuan dilakukan karena nilai ekonomis biawak cukup tinggi.

Selain untuk dikonsumsi, perburuan biawak juga dijadikan sebagai koleksi maupun hewan peliharaan. Bahkan beberapa diantaranya, perburuan biawak untuk dijadikan hiasan dengan cara diawetkan.

Jadi pada dasarnya populasi biawak sangat dibutuhkan dalam kelengkapan daftar rantai makanan sebagai pengendali keseimbangan ekosistem.

Dalam daging biawak itu banyak parasite.
Jika dimakan maka parasit seperti cacing akan berkembang biak di usus dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Khususnya gangguan pecernaan karena usus tidak berfungsi dengan baik,
mengonsumsi daging biawak bisa juga menyebabkan penyakit kista. Karena, di dagingnya terdapat parasit bernama pentastomiasis, parasite yang banyak ditemukan hidup dalam tubuh ular, buaya, dan tentunya biawak.

Jadi, tidak benar kalau makan daging biawak akan meningkatkan daya tubuh manusia. Justru sebaliknya, akan menurunkan daya tahan tubuh akibat masuknya berbagai jenis bakteri.

Dalam tubuh biawak air juga ada bakteri bernama mycobacterium. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit kulit bagi manusia yang mengkonsumsinya. 

(Fitrah,2014. Dokter Hewan Unsyiah)

Masih mau makan daging biawak?

sumber dan link terkait :




Tidak ada komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Dan jangan lupa tinggalkan komentar.
Salam