Push and Pull Marketing Activity


Untuk mempromosikan dan menjual merek atau produknya, pemasar dan pengecer menggunakan dua jurus, yakni push dan pull strategi. Produsen, grosir dan distributor "mendorong" produk ke pengecer dan pengecer mendorong produk kepada pelanggan.

Pengecer juga menarik pelanggan dengan berbagai metode. Pengecer sering menggunakan kombinasi pendekatan push-pull untuk menarik pelanggan potensial.

Push Marketing
Push marketing adalah strategi promosi yang digunakan oleh pemasar agar merek atau produk yang dikelolanya sampai ke pelanggan. Taktiknya secara umum misalnya menjual secara langsung atau lewat pengecer / agen-agen penjualan. 

Dan bertumbuhnya toko-toko online serta adanya sosial media saat ini dengan jaringan internet yang ada bisa juga merekrut reseler produk jualan online dengan cara dropship atau gunakan paket Reseller untuk pengambilan produk jumlah tertentu.

Ketersediaan (availability) dan keterlihatan  (visibility) produk di setiap toko / sales point yang menjalin kerjasama penjualan dan hal ini sangat di perlukan untuk pemasaran sebuah produk.

Pastinya pengetahuan produk atau info tentang produk baik dari segi manfaat , kegunaan , keunggulan produk dan perbedaan produk juga harus di pahami oleh para reseller /  frontliners.

bisa dalam bentuk tools seperti flyer maupun bila itu melibatkan banyak frontliners biasanya setiap launching sebuah produk bisa lewat penyelengaraan gathering /  reselller /frontliners  

Untuk kepentingan meningkatkan visibilitas, seringkali pengecer menerima insentif penjualan khusus dalam bentuk pertukaran baik berupa uang maupun produk.

Pull Marketing
Pull marketing mengambil pendekatan yang berlawanan. Tujuan pull marketing adalah membuat pelanggan mendatangi merek.

Taktik penjualan umum yang biasa digunakan meliputi promosi melalui media massa, word-of-mouth terarah, dan penjualan melalui iklan. 

Dari perspektif bisnis, pull marketing merupakan upaya menciptakan loyalitas merek dan membuat pelanggan datang kembali, sedangkan push marketing lebih ditujukan untuk mendorong meningkatkan penjualan lewat aktivitas penjualan secara langsung dan reseller baik online maupun offline (jualan di toko, outlet dll)

Menciptakan permintaan dan memperbanyak  penawaran melalui channel penjualan atau jaringan distribusi dan media promosi adalah aktivitas pemasar atau para sales dalam meningkatkan penjualan produk.

Fenomena ini makin mengukuhkan pentingnya keseimbangan antara strategi push dan pull marketing, selain pemanfaatkan media sosial. Dalam marketing, dikenal adanya teori mengenai push marketing yang pada intinya ialah menggunakan jalur distribusi untuk melakukan push produk ke outlet-outlet dimana konsumen bisa membelinya.

Kemudian ada pull strategy yang pada intinya ialah membangun daya tarik terhadap produk dan jasa melalui berbagai media sehingga konsumen atau customer datang sendiri ke tempat kita atau datang ke toko untuk membeli barang kita. 

Dengan kata lain agar bisa menjadi merek hebat, komunikasi melalui media termasuk media sosial mesti dibarengi dengan distribusi yang mumpuni untuk menjamin visibilitas produk.

link Terkait :

Perinsip Pareto

Brand Relationship

Push and Pull Marketing

Tidak ada komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Dan jangan lupa tinggalkan komentar.
Salam